Jumat, 18 Februari 2011

Susahnya Kompromi Jurusan Kuliah ke Orang Tua

Emak suruh sekolah yang tinggi biar sukses. Emang biar sukses, tapi kalau kemampuan anaknya nggak mencukupi mau diapain lagi. Belum lagi nanti biayanya. Padahal guru BK aja menyarankan 'ambil jurusan yang kamu suka, minati, dan pasti mampu'. guru b.jepang di sekolah juga pernah cerita tentang temannya sendiri, ambil jurusan yang paling bergengsi saat itu, tapi malah berkali-kali pindah perguruan tinggi cuma gara-gara nggak mampu ikutin pelajarannya. Akhirnya, pas teman-temannya udah pada lulus, bisa traktir teman pake duit sendiri, eh~.. dia malah belum lulus, traktir juga masih pake duit orang tua.

Sekarang pas aku bilang ke emak mau kuliah d IPB jurusan kedokteran hewan, ilmu gizi, atau teknologii pangan ternak. Dan pas aku bilang salah satu prospek kerjanya ada yang di kebun binatang. emak langsung ceramah panjang lebar. yang bilang harus melebihi orang tua, sekolah yang tinggi, ampe pilihan jurusan ilmu perpustakaan pun juga kena, katanya 'kalau udah tua nanti itu nggak ada gunanya' atau ' nanti kamu kerja di perpustakaan aja terus, kan kalau sastra jepang bisa buka les, atau ngajarin orang'.

kalau kayak gini sama saja memupuskan harapan buat pilih jurusan kedokteran hewan. emangnya kenapa kalau pingin kerja dikebun binatang, kan itu halal, gag semua orang bisa akrab dengan binatang buas. kalau gitu apa gunanya berkutat dengan rumus fisika, kimia, dan biologi? kalau ternyata kuliahnya yang jurusan IPS. setidaknyakan dicoba dulu yang dipilihannya IPA. biarpun pilihannya kayak begitu yang penting ada minat, suka, dan yakin otak mampu mengimbangi pelajaran di sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar